Aku Menyewa Ayah 1 Jam Saja

Dengan suara agak takut dan pandangan ragu-ragu, seorang anak kecil menyambut ayahnya saat pulang dari bekerja, “Ayah, berapa gaji ayah tiap jam jika bekerja?”

 Terkejut, tetapi sang ayah menatap anaknya dengan jengkel, lalu ia menjawab, “Dengar, nak. Bahkan ibumu sekalipun tak mengetahuinya. Jangan ganggu aku sekarang, aku sangat lelah.”

 “Tapi Ayah, kumohon beritahu aku! Berapa uang yang ayah dapat perjam,” anak itu memaksa.

 Ayahnya akhirnya menyerah dan menjawab, “Dua puluh dolar per jam.”

 “Baiklah, ayah. Bisakah ayah meminjamkan padaku sepuluh dolar saja?” Pinta anak itu.

 Dengan kesal dan ingin marah ayahnya menjawab, “Jadi itu alasannya kamu bertanya berapa penghasilan ayah? Sudah, pergilah tidur dan jangan ganggu ayah lagi!”

 Ketika hari mulai malam, Sang Ayah merenung dan merasa bersalah karena sudah memarahi anaknya. Mungkiin anaknya meminta uang karena ingin membeli sesuatu yang penting, pikirnya. Akhirnya ia berniat menengok anaknya di kamar tidur untuk meminta maaf.

 “Apa kamu sudah tidur, anakku?”

 “Belum Ayah. Kenapa?” anaknya menjawab sambil setengah tidur.

 “Ini uang yang tadi kamu minta,” kata sang ayah sambil memberikan uang sepuluh dolar.

 “Terima kasih ayah,” lalu ia merogoh sesuatu dibawah bantalnya. Ternyata ia menyimpan uang di sana.

 “Ayah, sekarang aku punya cukup uang! Aku sudah punya 20 dolar!”

 Sang Ayah bingung belum paham dengan apa yang baru saja terjadi. Apayang ingin dibeli anaknya dengan 20 dolar itu.

 “Ayah, bisakah kamu menjual padaku waktumu satu jam saja, aku sudah punya 20 dolar untuk membayarnya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s