Maleo – Bertelur Aja Sampai Pingsan

Burung Maleo atau Maleo Senkawar (nama latinnya Macrocephalon maleo) adalah burung endemik Pulau Sulawesi. Endemik berarti di seluruh dunia ini, burung Maleo hanya ada di Pulau Sulawesi saja. Maleo termasuk satwa langka yang dilindungi. Diperkirakan kini jumlahnya kurang dari 10.000 ekor. Selain karena habitatnya yang semakin sempit, juga karena dahulu telurnya sering “dicuri” manusia untuk dijual.

Ciri-ciri

Burung Maleo didominasi warna hitam, dari bulunya, tanduk/ jambul keras hingga kulit kakinya. Karena itulah, burung Maleo tergolong dalam jenis burung gosong. Sekitar matanya berwarna kuning, dengan iris mata merah kecoklatan, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah muda keputih-putihan. antara burung jantan dan betina mirip, hanya saja biasanya burung betina tubuhnya lebih kecil dan lebih gelap.

Habitat dan Populasi

Habitatnya yang khas juga mempercepat kepunahan. Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Sebab di daerah dengan sumber panas bumi itu, Maleo mengubur telurnya dalam pasir hingga kedalaman 15 centimeter. Lalu telur itu dierami oleh panas bumi, karena Maleo tidak bisa mengerami sendiri.

Tidak semua daerah di Sulawesi menjadi tempat hidup burung ini. Sebagian besar burung ini ditemukan hidup di Sulawesi Tengah, di daerah Kabupaten Sigi (Desa Pakuli dan sekitarnya) dan Kabupaten Banggai. Berdasarkan pantauan di Tanjung Matop, Tolitoli, Sulawesi Tengah, jumlah populasi dari maleo terus berkurang dari tahun ke tahun karena dikonsumsi dan juga telur-telur yang terus diburu oleh warga. Populasinya menurun drastis hingga 90% sejak tahun 1950-an.

Pingsan Setelah Bertelur

Ukuran burung maleo yang hanya sebesar ayam biasa, tidak sebanding dengan ukuran telurnya. Besar telur maleo bisa mencapai 5 sampai 8 kali lipat ukuran telur ayam. Diameternya bisa mencapai 11 cm dengan berat hinggan 270 gram per butir. Karena besarnya itulah, perlu perjuangan berat bagi burung maleo betina jika bertelur.

Bahkan, saking beratnya, sering ditemukan burung maleo yang lemas hingga pingsan setelah bertelur.

Keunikan lain dari burung ini adalah kesetiaannya pada pasangan. Maleo jantan hanya memiliki satu pasangan betina seumur hidupnya, begitu juga sebaliknya. Bahkan, jika maleo jantan mati, maka maleo betina tidak mencari pasangan baru dan tidak bertelur lagi.

 Langsung Bisa Terbang

Seperti yang saya ceritakan di atas, maleo tidak mengerami telurnya. Jika sudah saatnya menetas, anak maleo akan berusaha keluar dari telur dan timbunan pasir sendirian. Secara naluriah, ia akan mencari tempat bersembunyi di hutan dan mencari makanan sendiri. Meskipun baru menetas, anak maleo telah memiliki bulu-bulu halus di tubuhnya dan bulu sayapnya sudah besar seperti unggas dewasa. Karena inilah yang membuat anak maleo langsung bisa terbang.

Makanan burung maleo adalah biji-bijian, buah, kumbang, semut dan beberapa jenis hewan kecil lainnya. Hewan yang mengancam anak maleo diantaranya ular, kadal besar, kucing, babi hutan dan burung elang.

Terancam Punah

Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, tingkat kematian anak burung yang tinggi, populasi yang terus menyusut serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Maleo Senkawor dievaluasikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List.[11] Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendice I.

Sumber:

  1. http://www.lintasberita.com/Lifestyle/Pets/burung-maleo-si-langka-anti-poligami
  2. http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2009/05/22/brk,20090522-177608,id.html
  3. http://saveforest.webs.com/habitat_burung.pdf
  4. http://www.wcsip.org/saving-wildlife/maleo/
  5. http://www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/141194/0
  6. http://www.cites.org/eng/app/appendices.shtml
  7. http://www.redlist.org/search/details.php?species=12588

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s