ARISTOTELES

Alam semesta terbuat dari apa? Kenapa kecelakaan bisa terjadi? Bagaimana hewan bisa tumbuh? Filusuf dari Yunani Kuno, Aristoteles mencoba menjawab pertanyaan “besar” semacam itu. Kini ia dikenal sebagai filusuf terbesar sepanjang sejarah.

JALAN DAN BICARA

Aristoteles lahir tahun 384 SM di Macedonia Kuno (sekarang Yunani Utara). Ayahnya adalah seorang dokter. Pada usia 17 tahun, ia pergi ke Athena, sebuah kota terbesar dan terkaya di Yunani Kuno. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di sana. Untuk belajar dan mengajar. Ia mendirikan sekolahnya sendiri, dimana murid-muridnya bisa mendiskusikan ide-ide baru dambil bersantai-santai di taman.

Dari tahun 345 hingga 335 SM ia mnghabiskan waktunya di Macedonia menjadi pengajar Pangeran Alexander. Yang di masa depan dikenal sebagai Alexander Agung. Tahun 335 SM Aristoteles kembali ke Athena. Tahun 323 SM Alexander Agung meninggal dan membuatnya tidak populer. Hingga dipaksa meninggalkan sekolahnya di Athena. Ia meninggal satu tahun kemudian, 322 SM.

INVESTIGASI

Aristotles tertarik mempelajari segala hal, tetapi yang paling menjadi perhatiannya adalah biologi (ilmu tentag makhluk hidup), zoologi (ilmu tentang hewan) dan astronomi (ilmu tentang benda-benda luar angkasa). Ia mempelajari bagaimana manusia berpikir, bagaimana orang menhadapi gejala alam. Ia tertarik mempelajari hal-hal yang tak terlihat seperti pikiran dan jiwa. Ia menciptakan disiplin ilmu baru, sebab-akibat. Ilmu yang mempelajari bagaimana hal-hal bisa terjadi.

APA YANG SPESIAL DARI ARISTOTELES

Cara berpikir Aristoteles membuka wacana baru dunia ilmu pengetahuan. Ia memikirkan dan menelusuri bagaimana segala hal terjadi. Ia tak puas hanya denga menebak-nebak atau mempercayai apa kata orang. Ia benar-benar melakukan percobaan untuk membuktikannya. Meskipun banyak pemikirannya terbukti salah pada masa modern, tetapi penemuannya menjadi lompatan besar dunia ilmu pengetahuan.

Aristoteles banyak menulis buku dan catatan sebagai sarana mengajar. Tetapi sebagian besar telah hilang bersama dengan runtuhnya Yunani Kuno. Ilmuwan Muslim kembali menelusuri hasil karyanya dan menyempurnakan dengan mengkoreksi kesalahan-kesalahan teorinya. Dari sanalah nama Aristoteles tersebar ke penjuru dunia, khususnya Eropa dan Asia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s