Benarkah Wortel Mempertajam Penglihatan?

Banyak orang tua yang memaksa anaknya makan sayuran dengan cara menakut-nakuti, khususnya wortel. Mereka mengatakan pada anak yang tidak mau makan wortel, akan menyebabkan jadi buta atau setidaknya penglihatan akan terganggu (rabun). Memang, kebohongan kecil ini diucapkan untuk kebaikan. Tapi, tetap saja ini hanyalah mitos, meskipun ada sedikit benarnya.

SEJARAH WORTEL

Asal mula tanaman wortel adalah dari daerah Timur Tengah (mungkin dekat dengan Afghanistan), dikembang biakkan oleh Queen Anne’s Lace. Selanjutnya, wortel beredar di Yunani dan Romawi. Malahan, di Yunani disebut philtron yakni makanan yang membuat pria dan wanita saling mencintai dengan cara yang “istimewa”. Lebih-lebih, Kaisar Caligula dari Romawi punya ide gila dan jahat untuk memaksa anggota senatnya untuk memakan wortel agar memperlihatkan “birahi seperti hewan liar”.

Pada abad ke-13, wortel sampai di Eropa, India, Jepang dan China. Warna wortel saat itu bermacam-macam — merah, ungu, hitam, putih dan kuning. Orang Belanda lah yang pertama akli membiakkan wortel menjadi berwarna oranye, warna wortel yang beredar di sekitar kita saat ini. Hingga jaman pertengahan, wortel digunakan untuk pengobatan hampir semua macam penyakit, khususnya penambah gairah seks dan obat gigitan ular. Pada masa Ratu Elizabeth, di Inggris, wortel sering digunakan sebagai hiasan rambut dan pakaian.

MITOS MUNCUL DALAM PERANG DUNIA II

Lebih tepatnya, ulah Angkatan Udara Inggris (British Royal Air Force/ RAF). Dalam Perang Inggris tahun 1940, John Cunningham adalah pilot yang pertama kali menembak jatuh musuh dengan bantuan RADAR. Prestasi pilot RAF dalam perang semakin banyak tercatat. Diantaranya mereka mencetak 20 lebih kesuksesan serangan malam hinga PD II (tahun 1948). Pilot lainnya yang terkenal adalah Jhonny Johnson yang terkenal dengan julukan “mata kucing” karena kesuksesannya pada operasi malam hari.

Pihak RAF menerbitkan pemberitaan tentang rahasia kesuksesan pilot mereka, terutama pada operasi malam, karena mereka rajin mengkonsumsi wortel. Mereka juga menyatakan akan menanam lebih banyak wortel agar tingkat kesuksesan serangan malam mereka meningkat.

Dan itu tidak benar….

Penglihatan tajam dan penglihatan buruk, tak sepenuhnya tergantung pada vitamin A. Bahkan kebanyakan konsumsi vitamin A malah menyebabkan keracunan. Tujuan sebenarnya pemberitaan tentang wortel adalah upaya RAF menyembunyikan keberadaan teknologi RADAR (Radio Detection And Ranging) mereka yang lebih canggih.

Memang, saat itu peserta PD II lainnya (Prancis, AS, Uni Soviet, Italia, Jepang dan Jerman) juga menggunakan teknologi radar. Namun, Inggris satu-satunya negara yang berhasil mengembangkan radar yang paling efektif dan valid. Mereka menggunakan sistem “Rumah Rantai” yang beroperasi melalui menara-menara radar di sepanjang pesisir Inggris yang bekerja selama 24 jam sejak September 1938. Kelemahan teknologi ini adalah perlunya menara yang terlihat mencolok.

Ide wortel inilah yang dikeluarkan RAF untuk mengelabuhi musuhnya agar tak menyadari fungsi menara radar yang dengan jelas mereka lihat. Ternyata hasilnya efektif, pilot angkatan udara Jerman lah yang paling terpedaya dengan mitos ini. Pasalnya, mitos serupa sudah menjadi cerita rakyat di Jerman.

WORTEL YANG SEBENARNYA

Wortel merupakan salah satu sumber vitamin A, karena wortel seperti juga sayuran lain yang berwarna oranye dan kuning, memiliki bahan kimia yang bernama “karoten”. Bahan inilah yang selanjutnya oleh hati diubah menjadi vitamin A. Fungsi vitamin A di mata, sedikit diubah menjadi zat bernama “retinal”. Sedangkan proses mata melihat, cahaya yang masuk ke mata diubah menjadi semacam listrik. Cahaya harus diubah menjadi listrik oleh retinal agar bisa dikirim ke pusat penglihatan di otak melalui jaringan syaraf.

Jadi, jika tidak ada vitamin A maka tak ada retinal. Berarti cahaya di retina tak bisa diubah jadi listrik sehingga otak tak bisa membaca penglihatan.

Sumber vitamin A bukan hanya wortel. Vitamin A juga bisa didapatkan dari bahan hewani seperti ikan dan hati. Bisa juga didapat dari sayuran dan buah-buahan yang berwarna kuning atau oranye (aprikot, labu, ubi jalar). Kita juga perlu berhati-hati mengkonsumsi vitamin A, karena berlebihan mengkonsumsinya bisa menyebabkan keracunan, bahkan beresiko kematian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s