Mitos Tentang Titanic

Meskipu kapal Titanic telah tenggelam sekitar seabad yang lalu, orang masih mengetahui kisahnya. Minat terhadap kapal tersebut muncul kembali sejak ditemukannya rongsokan Titanic tegak di dasar laut hampir 4 km di bawah permukaan laut pada tahun 1985, dan pembuatan film yang sukses luar biasa tentang kecelakaan tersebut pada tahun 1997.

Akibatnya, kebanyakan dari kita “tahu” bahwa Titanic adalah kapal terbesar dan berteknologi paling maju di masa itu, dan dinyatakan sebagai “tidak dapat tenggelam”. Konon, sang kapten kapal senang mengklaim akan meraih penghargaan Blue Riband (sebagai yang tercepat melintasi Samudera Atlantis), dan memerintahkan kru kapal untuk melaju dengan kecepatan penuh pada pelayaran pertama. Dan tepat sebelum tengah malam pada tanggal 14 April 1912, Titanic menabrak gunung es Nova Scotia, dan sebuah lubang besar memotong panjang lambung kapal hingga tenggelam. Namun, hampir semuanya SALAH.

KEMAJUAN TEKNIK MESIN

Kenyataannya, Titanic amat konservatif mesinnya, belumlah canggih.

Titanic (dan kapal-kapal saudarinya yang diproduksi oleh White Star Line, yakni Olympic dan Britanic) lebih seperti pesawat seri 747 daripada Concorde. Mereka dapat mengangkut sejumlah besar penumpang yang membayar, meraih pendapatan yang baik dari setiap penumpang, dan memang sangat besar. Titanic memang merupakan kapal terbesar di masanya (bila di isi muatan penuh, beratnya 66.000 ton). Namun teknologi maju itu mahal. Jadi, Titanic dan dua saudarinya dibuat dengan teknologi konservatif sehingga pembuatannya menjadi lebih murah.

Bagaimanapun juga, para pesaing Titanic (kapal Cunard Lusitania dan Mauretania) mesinnya lebih canggih, meskipun telah beroperasi sejak tahun 1907. Masing-masing dari empat mesin pendorong atau baling-balingnya digerakkan oleh turbin uap bertekanan tinggi, sehingga menjadi lebih cepat. Setiap baling-balingya, punya daun kemudi seimbang yang lebih besar, sehingga kapal-kapal tersebut lebih mudah digerakkan. Dan setiap kapal itu telah memenangi Blue Riband.

Sebagai pembanding, Titanic dan saudari-saudarinya memiliki mesin uap reciprocating expansion yang konservatif (menjalankan dua baling-baling luar), dengan uap yang berlebihan memenuhi turbin bertekanan rendah yang menjalankan baling-baling pusat ketiga. Mr. Bruce Ismay, pemimpin dan direktur pelaksana White Star Line, mengatakan, “Metode ini menggunakan dua mesin reciprocating menggerakkan satu turbin di bagian pusat yang lebih ekonomis, karena turbin digerakkan oleh uap yang dikeluarkan dari mesin reciprocating yang bila dengan cara lain, akan terbuang.” Titanic dan dua saudarinya hanya punya satu kemudi ramping panjang, yang membuat mereka kurang dapat bergerak dibandingkan kapal samudra Cunard (sehingga kurang mampu menghindari tabrakan dengan gunung es).

Bagaimanapun juga, Titanic dan kedua saudarinya, mrupakan kemenangan bagi para akuntannya — tiga kapal besar dengan teknik mesin yang murah dan konservatif. mereka lebih mudah dibuat dan dijalankan daripada kapal yang lebih kecil dan lebih canggih.

TAK DAPAT TENGGELAM?

Mitos bahwa Titanic tak dapat tenggelam dipercaya luas.

Bagaimanapun juga, frasa “secara praktis tak dapat tenggelam” digunakan sebagai suvenir edisi The Shipbuilder 1908 dalam iklan untuk kapal Cunard Mauretania. Iklan tersebut berbunyi,
Secara praktis tak dapat tenggelam karena adanya Watertigh Bulkhead Doors (pintu-pintu kapal berpenyekat yang kedap air) secara hidrolik dikontrol oleh sistem Stone Lyod.

Sementara Titanic sedang diperlengkapi, konstruksinya dibicarakan dalam berbagai terbitan seperti, The Shipbuilder Irish News, dan Belfast Morning News. Tepatnya, kalimat yang digunakan dalam artikel tentang Titanic adalah, ” Sang Kapten mungkin dengan menggerakkan tombol listrik, dapat menutup pintu dengan cepat dan praktis membuat kapal tak tertenggelamkan.” Ini ditulis dalam konteks kapal itu memiliki dasar ganda (satu lapis baja di dalam lapisan lainnya) dan 16 kompartemen kedap air. Bahkan jika empat diantaranya tenggelam, kapal masih terapung. Namun kompartemen kedap air itu akan kedap air hanya pada empat sisi — bagian atas kompartemen itu terbuka.

Kapal sebelumnya, Great Eastern memiliki kompartemen kedap air pada keenam sisinya, namun biaya pembuatan struktur ini sangat mahal.  Great eastern juga memiliki lambung kapal ganda yang penuh di sepanjang permukaan air — sekali lagi, pembuatannya sangat mahal. Titanic memang memiliki lapisan lambung ekstra, namun hanya di dasar, bukan di sisi-sisinya. Lambung ganda itulah yang membuat Great Eastern mampu tetap bertahan menghadapi batuan yang membuat lubang sepanjang 25 meter dan 2,75 meter di sisinya.

Promosi-promosi White Star Line tidak pernah mengklaim bahwa Titanic “tak dapat tenggelam” — slogan yang mereka gunakan adalah “Kapal Uap Terbesar dan Terbaik di Dunia.”

REKOR KECEPATAN

Dalam pelayaran pertamanya,  juga berembus mitos bahwa Titanic melajumenuju New York untuk memenangi piala Blue Riband yang didambakan oleh kapal yang paling cepat melintasi Samudra Atlantis.

Itu keliru sama sekali,

Pertama, Titanic berlayar melaluia rute selatan yang lebih panjang — untuk menghindari gunung es — bukannya rute utara yang lebih dekat. Jika kaptennya ingin memenangi Blue Riband, ia akan memilih rute utara yang lebih pendek.

Kedua, tidak semua mesin uapnya dinyalakan.

Ketiga, meskipun semua mesin uapnya dinyalakan, kecepatan maksimalnya 21 knot — jauh lebih lambat dibandingkan kecepatan 26 knot kapal Cunard.

Keempat, Sudah banyak bukti surat menyurat oleh White Star Line Company bahwa Titanic akan mendarat pada hari Rabu (bukan Selasa), untuk menghindari resiko kerusakan mesin, biaya, dan ketidaknyamanan dalam mengurus pemesanan kereta api dankamar hotel bagi penumpang jika mereka datang lebih awal.

Tidak tampak bahwa mereka sedang terburu-buru.

LUBANG BESAR?

Akhirnya, gunung es tidak mengakibatkan lubang besar pada Titanic yang dilaporkan mencapai 100 meter di sepanjang lambung kapal.

Robert Ballard memimpin tim yang menemukan lokasi Titanic di dasar laut. mereka menyelidiki dan mendokumentasikan beberapa bagian kapal dengan kendaraan yang dikemudikan pengendali jarak jauh  sebagai “mata terbang”. Mereka menemukan sedikit kerusakan pada lambung kapal — semuanya enam lubang, dan total area kerusakannya 1,1 meter persegi.

Titanic tenggelam akibat lokasi dimana enam lubang tersebut terjadi, bukan ukurannya. Enam lunag tersebut terjadi pada enam dari enambelas kompartemen kedap udara — kapal hanya dapat mengapung dengan maksimal hanya empat kompartemen kemasukan air.

GUNUNG ES

Setiap tahun, 10.000 sampai 15.000 gunung es terpisah dari gletser Greenland, tapi hanya 500 yang ada pada jalur pelayaran Atlantis Utara. Dalam pelayaran tahun 1912, ada peringatan tentang gunung es, namun kapten kapal Titanic, Smith, melakukan tiga tindakan bodoh.

Pertama, Ia mengabaikan peringatan tentang gunung es.

Kedua, Ia menolak memperlambat kapalnya setelah ada laporan tentang adanya gunung es tepat di arahnya. daun kemudi tunggal yang ramping (bagian dari teknologi konservatif) membuat gerakan Titanic sangat lambat — sehingga kapal menabrak salah satu gunung es itu di arah jalannya.

Ketiga, Ia tidak seharusnya menyalahkan tambahan 457 orang yang terpaksa terjun ke air myang dingin, karena setelah tabrakan ia mengijinkan sejumlah sekoci pergi sebelum terisi penuh. Pada waktu itu, kondisi permukaan Samudera Atlantis rata dan tenang. Namun sekoci pertama yang berangkat hanya mengangkut 12 orang, padahal ia dapat mengangkut 40 orang.  Board of Trade Inggris mensyaratkan Titanic memiliki akomodasi sekoci untuk 962 orang, meskipun kapal dapat mengangkat 3.511 penumpang. Atas inisiatifnya sendiri, White Star Line menambahkan 4 perahu yang bisa dilipat, yang dapat mengangkut 216 orang lagi, yang membuat total kapasitas sekoci 1.178. Tetapi hanya 721 orang yang menaiki sekoci tersebut dan pada pelayaran pertama tersebut, Titanic mengangkut 2.224 penumpang  beserta kru dan 1.503 diantaranya tewas.

SATU KEBENARAN

Satu-satunya rekor yang dipegang oleh Titanic adalah menjadi kapal terbesar di dunia — dan yang segera tenggelam tanpa jejak hanya setelah lima minggu pada tanggal 23 Mei 1912, ketika Hamburg-Amerika meluncurkan Imperator.

BAGAIMANA MITOS ITU BERAWAL?

Ketika Titanic tenggelam, surat kabar Hearst menyalahkan Bruce Ismay secara pribadi. Willian Randolf Hearst, sang pemilik surat kabar, saat itu merupakan orang paling kuat di Amerika.

Hearst telah bertemu Ismay 20 tahun sebelum menjadi pemimpin White Star Line. Mereka langsung tidak saling menyukai dan tidak dapat berbisnis bersama, sehingga kebencian yang kuat tercipta di antara mereka.

Setelah Titanic tenggelam, Nyamuk Pers Hearst menjalankan kampanye melawan White Star Line, dan terutama J Bruce Ismay, yang disebutnya “J Brute Ismay”. Ismay dituduh pengecut, dan bahwa “ia menyelamatkan dirinya sendiri”, dan meninggalkan Titanic dengan sekoci pertama yang ada. Sesungguhnya ia membantu penumpang yang lain naik sekoci, dan hanya naik sekoci ketika kapal hampir tenggelam. Di kemudian hari, penyelidik Inggris tentang bencana Titanic, Lord Mersey menulis,

Mr. Ismay, setelah memberikan bantuan kepada banyak penumpang, menemukan perahu lipat “C”, sekoci terakhir di sisi kanan kapal, yang sedang tenggelam. Tidak ada orang lain saat itu. Ada tempat untuknya sehingga ia melompat. Jika titak melompat, ia hanya akan menambah satu korban lagi, yaitu jiwanya, pada jumlah orang yang hilang.

Sumber: Cleopatra, Si Cantik atau Si Buruk Rupa tulisan DR. Karl Kruszelnicki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s