Sambutlah Bedah Caesar

Cara “normal” bayi dilahirkan adalah levat vagina, cara lainnya adalah bayi “dikeluarkan” dengan pembedahan. Jalan lain ini meliputi penyayatan kulit sang ibu, otot-otot abdominal, dan rahim. DAlam operasi, “membedah” berarti memotong, sehingga orang Australia cenderung menggambarkan pembedahan ini dengan frasa “bedah caesar”, sementara orang Amerika cenderung menyebutnya “bedah-C”. Dan kadang hanya disebut “caesar”.

Jika anda bertanya kepada kebanyakan orang, mereka akan mengatakan bahwa nama operasi ini diambil dari nama Julius Caesar, yang dianggap dilahirkan dengan metode ini. Namun, kebanyakan ahli sejarah tidak sepakat.

SEJARAH BEDAH CAESAR

Presentase kelahiran lewat bedah Caesar beragam dari seluruh dunia. Sekitar 15% di Swedia, 20 – 25% di AS dan Australia, dan sampai 60% di Chili bagi para ibu dengan asuransi pribadi.

Namun, kembali ke masa sebelum pembedahan steril, antibiotik, dan anestesi ada, bedah Caesar sangat tidk umum karena terlalu beresko — sang ibu biasanya meninggal sehingga pembedahan biasanya hanya dilakukan dalam keadaan yang paling ekstrem.

Belum penah disebut-sebut adanya bedah Caesar yang sukses dilakukan dalam tulisan Hippocrates, Aretxeus, Gaden dan Celcus. Meskipun demikian, Apollo melahirkan Asclepius (dewa pengobatan) dari perut ibunya. Prosedur jenis – Caesar juga mengacu pada cerita rakyat Hindu, Mesir , Romawi dan lainnya. Pliny menulis bahwa Scipio Africanus maupun Manlius dilahirkan dengan bedah Caesar, dan sketsa dari China Kuno menunukkan bedah Caesar dilakukan dengan para wanita yang tampaknya tetap hidup setelah menjalani prosedur tersebut.

Akan tetapi, situasinya sangat berbeda pada masa Romawi Kuno, tempat lahir Julius Caesar, dengan pengobatannya yang buruk. Pada saat itu wilayah Roma meluas dengan cepat dan sangat ingin menambah jumlah penduduknya, sehingga mereka membutuhkan sebanyak mungkin wanita. Oleh karena itu, kelahiran bayi lewat perut hanya dilakukan jika si ibu sekarat atau sudah meninggal, karena di Roma sangatlah tidak umum seorang wanita dapat hidup setelah menjalani operasi.

Salah satu catatan tentang Caesar pasca – Romawi terjadi tahun 1582. Diklaim bahwa pada tahun 1500, penegbiri babi dan hewan ternak Swiss, Jacob Nufer, dengan sukses melakukan Caesar pada istrinya. Bayi mereka tidak bisa lahir, meskipun telah beberapa hari telah berusaha dan dibantu oleh 13 bidan. Nufer mendapat ijin untuk membantu kelahiran bayi “lewat bedah”, yang dapat hidup sampai 77 tahun. Mungkin keterlibatan Nufer bersama hewan yang membuatnya mahir membedah. Istrinya juga hidup dan melahirkan 5 bayi lagi. Namun, adanya jeda antara waktu peristiwa itu semestinya ditulis dan ketika akhirnya ditulis membuat kisah ini sulit dipercaya.

Tahun 1598, Jacques Guillimeau menulis sebuah buku tentang profesi bidan di mana ia memperkenalkan kata “bedah” untuk mengganti kata “operasi”. Sumber lain mengacu pada bedah Caesar yang dilakukan seorang wanita pada tahun 1610. Sayangnya ia, meninggal 25 hari kemudia, tetapi hasilnya sama saja pada masa-masa itu. Bahkan pada awal tahun 1800-an, jumlah kematian karena melahirkan lewat bedah Caesar sekitar 75%. National Library of Medicine memperkirakan bahwa di Paris antara 1787 dan 1876, jumlah kematian wanita yang menjalani bedah Caesar sebesar 100%.

PRIA YANG SEBENARNYA WANITA

Pelaksanaan bedah Caesar yang sukses petama kali di kerajaan Inggris dan dilakukan oleh seorang dokter tentara…yang sebenarnya seorang wanita, namun menyamar sebagai seorang pria. Pada suatu waktu antara 1815 dan 1821, seorang dokter tentara Inggris, “James” Miranda Stuart Barry, melakukan bedah Caesar di Afrika Selatan.

Tahun 1879 wisatawan Inggris, R. W. Felkin, menyaksikan beberapa bedah Caesar yang sukses di Uganda oleh orang-orang setempat. Wine pisang digunakan dalam pembedahan dengan dua tujuan: untuk membius sang ibu dan mensterilkan tangan sang tabib dan perut sang ibu. Sang tabib membuat sayatan vertikal sepanjang garis tengah dan menggunakan peralatan yang panas untuk menutup pembuluh darah yang bocor. Tabib itu juga memijat perut si wanita. Pada saat itu, orang Uganda cukup mengenal fisiologi untuk mengetahui bahwa pijatan pada rahim sang ibu akan membuatnya berkonstraksi, yang membuat pembuluh darahnya mengerut dan tidak banyak mengeluarkan banyak darah. rahim tidak dijahit pada lokasi sayatan, malahan yang dijahit adalah sayatan pada dua sisi perut (dalam dinding perut) disatukan dan ditutup dengan jarum besi, dan kemudian ditutupi dengan ramuan dari akar-akaran. Biasanya, baik sang ibu maupun anak akan tetap hidup. Dari apa yang dilihatnya, Felkin beranggapan Uganda telah melakukan bedah Caesar dengan sukses sejak lama.

Bedah Caesar menjadi lebih aman untuk semua orang seiring dengan diperkenalkannya anestesi dan asepsis (bekerja di lingkungan bebas kuman).

TEORI-TEORI

Ada tiga ide bagaimana “Caesar” dikaitkan dengan “kelahiran bayi lewat perut”.

Pertama, ketika Julius Caesar memerintah Roma, hukum menyatakan bahwa wanita dengan kehamilan tua yang meningal atau sekarat harus dibedah agar bayinya dapat diselamatkan. Jadi, ini merupakan salah satu alasan mengapa nama “Caesar” telah membentuk akar kata bedah “Caesar”. Meskipun kehilangan ibu yang subur, setidaknya anaknya akan tetap hidup. (Tahun 1608, senat Venice mengesahkan hukum yang sama).

Teori kedua adalah, “bedah Caesar” berasal dari kata kerja Latin caedare, yang berarti memotong. Jadi mungkin ani adalah kata kerja Latin yang mengarah pada teori  bahwa Caesar dilahirkan lewat pembedahan perut, dan kemudian prosedur tersebut mengambil namanya. Namun, Pliny mengatakan bahwa nama Julius Caesar diambil dari kata kerja Latin yang berarti Latin untuk rambut, caesaries, karena ia lahir dengan rambut yang lebat.

Teori ketiga adalah, bedah “Caesar” berasal dari kata benda Latin caesones, yang mengacu pada bayi yang lahir dengan selamat setelah terjadi pembedahan pada ibu mereka yang telah meninggal.

Semua ini berarti bahwa kita tidak dapat dengan yakin mengatakan asal nama bedah Caesar.

DAN CAESAR?

Kita juga tahu, bahwa ibu Julius Caesar, Aurelia harus hidup agar dapat mendengar berita penyerbuan anaknya ke Britania, sehingga ia harus bertahan hidup saat melahirkan. Karena angka ibu yang dapat bertahan hidup pada zaman Romawi kuno begitu buruk, bedah Caesar hanya dilakukan jika ibunya meninggal atau hampir mati — sehingga hampir tidak mungkin Caesar dilahirkan lewat bedah Caesar.

Meskipun demikian, Julius Caesar memberi kita satu kata spesial: ia dilahirkan pada bulan quintilis — yang merupakan penamaan ulang bulan Juli untuk menghormatinya pada saat dia saat masih hidup.


SHAKESPEARE DAN CAESAR


Shakespeare menulis drama tentang Caesar pada akhir tahun 1500-an dan awal tahun 1600-an. Drama Skotlandianya Macbeth, adalah cerita tragedi tentang ambisi Macbeth, kejayaan dan kejatuhannya. Cerita ini berfokus pada kejahatan pada saat itu, regisida (pembunuhan raja), mungkin disebabkan oleh minat yang timbul dalam ke.jahatan ini oleh Plot Gunpowder tanggal 5 November 1605. Konspirator tersebut (Katolik Roma Inggris) berencana menghancurkan parlemen dan Raja James I, Ratu Anne dan putera tertua mereka.

Dalam drama Macbeth, seorang jenderal dari Kerajaan Scotlandia, bertemu dengan tiga orang penyihir. Meraka meramal bahwa ia akan menjadi raja dan tidak ada “orang yang dilahirkan oleh wanita” yang dapat membahayakannya. Lalu, terjadilah pertempuran akhir antara Macbeth dan Macduff, di mana Macbeth dibunuh oleh Macduff — yang tidak dilahirkan secara vaginal, tapi diambil dari perut ibunya sebelum tiba waktunya.

Sumber: Cleopatra: Si Cantik Atau Si Buruk Rupa? karya Dr. Karl Kruszelnicki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s