HOAX: Mie Instan + Coklat

ISI HOAX

Jangan makan mie sambil makan coklat

SEKEDAR INFO KHUSUSNYA ANAK KOST ATAU ASRAMA…!! WASPADA

Bahaya-Mie-InstanAda seorang Wanita meninggal ‘Mendadak’ dgn ‘Kelima Panca Indera keluar darah. Setelah diselidiki ternyata Wanita ini meninggal, bukan krn ‘Bunuh Diri’ atau ‘Dibunuh’, melainkan karena ketidaktahuan tentang ‘Racun akibat Makanan’. – Wanita ini memiliki kebiasaan makan coklat tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan ‘MIE GORENG’. – Sebenarnya cuma makan mie goreng saja juga tidak masalah, karena orang2 di rumahnya juga banyak makan mie malam itu dan tak ada yang meninggal.

Tetapi, karena MIE itu mengandung ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) & berhubung habis makan MIE wanita itu makan COKLAT.
Terjadilah “Reaksi Kimia” di dalam perut yang membuat ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.
– Inilah yg mengakibatkan :
• Hati
• Jantung
• Ginjal
• Pembuluh darah rusak
• Usus Berdarah
• Pembuluh darah Melebar

– Sehingga wanita itu Meninggal dengan sangat mengenaskan dengan kelima Panca Indera ‘Keluar Darah’ saat itu.
– Jadi Hati-hati!!
Jika habis banyak makan:
• MIE goreng
•. MIE kering
•. MiE soto
– JANGAN makan COKLAT pada saat yang BERSAMAAN !!!
– Kasih tau ke semua Teman atau Keluarga.
– Mari berbagi Kepedulian Kita dengan Sesama….!!! ‪
#‎infokesehatan‬ & menteri kesehatan RI

PENJELASAN

Penjelasan koreksi terhadap informasi hoax di atas saya ambil dari http://healthydiet.web.id/miecoklatmeninggal-sebuah-penjelasan/

Baru-baru ini saya mendapatkan pesan broadcast seperti di atas yang menggugah rasa ingin tahu saya. Broadcast tersebut memberikan pesan yang begitu kuat, seolah-olah mie yang kita makan mengandung zat beracun yang bila dimakan bersamaan dengan coklat maka zat tersebut akan aktif sehingga menyebabkan kematian. Ketika saya coba mencari di internet maka saya sudah temukan beberapa artikel yang menulis tentang hal ini, yaitu di sini dan di sini. Kedua artikel tersebut sudah cukup jelas membahas tentang berita tersebut, namun saya menjadi tertarik untuk membahasnya lebih lanjut dikarenakan bila berita ini dibiarkan akan menimbulkan fitnah yang lebih besar lagi. Agar lebih jelas maka saya akan lakukan review tentang berita ini secara keseluruhan kemudian baru setelah itu saya telaah isi dari berita ini.

Bagian Pertama: Telaah Umum

Berita dalam broadcast ini adalah sebuah berita besar dan menghebohkan, yaitu tentang seorang wanita yang ditemukan meninggal dalam kamar dengan kelima panca indra mengeluarkan nanah. Hal yang lebih menghebohkan lagi, adalah wanita tersebut meninggal bukan karena pembunuhan tetapi karena dia makan mie goreng yang dilanjutkan dengan mengkonsumsi coklat. Tentu sangat mengagetkan ketika seorang wanita meninggal karena persoalan sepele seperti itu, tetapi coba kita pikirkan lagi.

Bila benar ada kejadian seperti di atas, bukankah seharusnya ada berita besar di media seperti TV dan Radio?? Tapi kenyataannya tidak ada berita seperti itu yang pernah muncul di media massa. Apalagi berita lanjutannya yang menyebutkan bahwa mie yang dikonsumsi mengandung zat yang dapat bereaksi dengan zat dalam coklat untuk menghasilkan suatu zat beracun yang mematikan, bukankah ini juga berita yang besar?? Lagi-lagi, tidak pernah dikabarkan di media massa bahwa ada produk mie dipasaran yang berbahaya jika dikonsumsi dengan coklat. Apalagi ini tentang mie instan yang saat ini produknya sudah begitu menjamur di seluruh Indonesia. Apakah media, BPOM, dan pemerintah sama-sama dungu dan membiarkan produk berbahaya beredar tanpa pemberitaan ke masyarakat?? Coba anda pikirkan kembali.

Bagian Kedua: Telaah Ilmiah

Di pembahasan umum di atas sengaja tidak saya sebutkan zat yang ada dalam broadcast. Hal ini saya lakukan supaya pembaca tidak bingung karena sebenarnya zat Arsenic Pentoxide atau Arsenik Pentoksida atau As2O5 adalah senyawa anorganik yang secara alami terdapat dalam jumlah kecil di lingkungan kita bahkan mungkin di tubuh kita sendiri. Senyawa ini jika dalam bentuk murni, merupakan senyawa yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Oleh karena sifatnya yang membunuh, maka zat ini biasanya dipakai seccara terbatas sebagai pestisida, insektisida, fungisida, pembunuh rumput, pewarna kaca, dan pengawet kayu.

Beracunnya zat ini menyebabkan orang yang mengkonsumsinya langsung mengalami pembengkakan tenggorokan (faringitis), muntah, mual, sensasi metal pada mulut, dan diare. Gejala keracunan bisa sangat bervariasi, namun saya jamin bahwa keluar darah saat itu juga bukan salah satu dari tanda-tanda tersebut. Faktanya memang zat ini dapat menyebabkan hematuria (darah dalam urin) dan buang air besar darah (hematochezia dan melena), namun hal ini baru akan terjadi setelah 1-2 jam dari konsumsi zat ini (Centers for Disease Control and Prevention, 2014).

Fakta berikutnya memang benar bahwa zat Arsenik Pentoksida  dapat bereaksi menjadi zat Arsenik Trioksida melalui reaksi berikut As2O5 \overrightarrow{\leftarrow} As2O3 + O2.

Pada umumnya reaksi ini berlangsung dari Arsenik Trioksida yang dipanaskan dengan Oksigen sehingga membentuk kristal Arsenik Pentoksida. Reaksi ini merupakan reaksi reversibel (dua arah) (Jansen, 1977) sehingga bila energi yang diperlukan tercukupi maka Arsenik Pentoksida pun dapat dipecah kembali menjadi Arsenik Trioksida dan Oksigen. Hal yang perlu diingat Arsenik Pentoksida dan Arsenik Trioksida sama-sama beracun sehingga dapat membunuh dengan sama mematikannya. Akan tetapi dengan kemajuan zaman, Arsenik Trioksida mulai dikembangkan menjadi salah satu zat untuk membantu kemoterapi pasien leukimia (Chen, dkk., 1996).

Kesimpulan

Dari penjelasan saya di atas cukup jelas bahwa Arsenik Pentoksida cukup membunuh tanpa perlu berubah menjadi Arsenik Trioksida sehingga bisa disimpulkan bahwa jika mie mengandung Arsenik Pentoksida maka itu akan mampu menimbulkan efek keracunan sehingga anda pun tidak akan sanggup untuk mengkonsumsi cokelat setelahnya.

Mie dan Cokelat yang dijual di pasaran dan memiliki merek terdaftar di BPOM dan Dinkes sudah pasti tidak mengandung zat-zat yang berbahaya. Sehingga sebagai konsumen kita bisa merasa aman jika kita memeriksa suatu produk memiliki kemasan yang jelas mencantumkan nomor ijin dan kandungannya.

Akan tetapi sebagai konsumen kita harus tetap waspada, jika menemukan makanan yang beracun atau membahayakan silahkan menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan datang langsung ke Gedung A Badan POM RI, Jalan Percetakan Negara No 23, Jakarta Pusat, atau melalui telepon 021-32199000, faksimile 021-4263333, SMS 021-32199000, e-mail: ulpk@pom.go.id.

PENJELASAN LAIN

Koreksi ini bersumber dari kiriman seorang dokter di facebook https://www.facebook.com/dokter.thibbunnabawi/posts/459242897552120

Yang perlu diluruskan dari berita diatas :

  • Dalam mie instan yang mungkin bisa berbahaya adalah zat pengawetnya yaitu natrium. Bahaya yang diakibatkan natrium apabila mengendap di dalam tubuh. Jika semakin tebal, organ yang tertumpuk endapan akan rusak. Tidak hanya mie instan, semua makanan kemasan memiliki natrium (pengawet). Natrium bila dikonsumsi terus menerus dalam jumlah berlebihan dapat membahayakan tubuh. Akan tetapi dalam makanan produksi Indonesia yang sudah lolos uji BPOM maka bahan pengawet yang digunakan masih dalam batas yang dapat ditoleransi selama makan tidak terlalu banyak dan berlebihan.
  • Adapun coklat (yang beredar di supermarket kita) memiliki kadar lemak dan kolesterol tinggi.
  • Sedangkan Arsenic Pentoxide merupakan senyawa anorganik beracun tidak terdapat pada makanan apalagi mie instan.

Kesimpulan

Seandainya kasus di atas benar adanya, sekali lagi seandainya”, maka… apa yang terjadi pada perempuan itu lebih kepada efek dari kolesterol yang menumpuk dan efek natrium dari pengawet makanan yang menempel dalam pembuluh darahnya, sehingga mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Tapi, bukan karena reaksi kimia itu antara mie instan dan coklat. Bisa jadi memang sudah menderita berbagai penyakit dan hiperkoleserolemi serta adanya olah makan yang buruk.

Kemudian perlu juga di ragukan, dimana terjadinya kejadian dalam pesan tersebut. Kalau di RS tentu para dokter dan yang ahli di bidangnya sudah mengetahui beritanya terlebih dahulu, kemudian kepolisian dan pemerintah pasti sudah turun tangan. PASTI sudah jadi berita di TV dan menjadi peringatan resmi bagi masyarakat.

Dan kalau dia mengatasnamakan menkes… itu lebih dusta lagi. Karena, kalai memang demikian, tentunya, BPOM sudah menarik produk mie instan.

Wallahu a’lam

dr. Ummu Sulaym Ferihana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s