Sleeping Beauty di Dunia Nyata

Karolina Olsson (29 Oktober 1861 – 5 April 1950), dikenal sebagai “Soverskan på Oknö” (Sleeping Beauty of Oknö), adalah wanita Swedia yang diketahui berhibernasi antara 1876 dan 1908 (32 tahun 42 hari). Ini adalah waktu tertidur terlama dimana dia terbangun tanpa efek samping dari tidurnya yang pernah diketahui.

Karolina_OlssonAlkisah, saat berumur 14 tahun (22 Februari 1876) Ia mengeluh sakit gigi. lalu Ia tertidur dan tidak mau dibangunkan. Karena miskin, ayahnya yang bekerja sebagai nelayan tidak mampu membayar dokter untuk memeriksanya. Atas saran kawan-kawan dan seorang bidan, Ia diberi nutrisi dengan meminumkan susu dan air gula. Akhrnya dengan bantuan dari para tetangga, mereka mampu mengundang seorang dokter untuk memeriksanya. Dokter tersebut juga tidak bisa membangunkan Karolina. Ia pun meminta bantuan rekan-rekan dokter dengan cara menulis surat kepada kepala editor Jurnal Kesehatan ternama di Skandinavia.

Seorang dokter yang mengunjunginya menyatakan bahwa rambut dan kuku Karolina tidak tumbuh atau bertambah panjang semasa ia tertidur. Keluarganya bercerita terkadang Karolina bangun tanpa membuka matanya sambil bergumam membaca doa yang diajarkan sewaktu masih kecil. Seorang dokter Johan Emil Almbladh menyebutkan kondisi Karolina adalah efek dari penyakit jiwa, hysteria.

Pada bulan July 1892 Ia dimasukkan ke rumah sakit. Namun pada 2 Agustus 1892 ia keluar dari rumah sakit tanpa ada perubahan atas kondisinya. Ibunya dengan setia merawat tubuhnya dan memberi makan 2 gelas susu setiap hari. Hingga pada tahun 1904 ibunya meninggal dan pekerjaan memberi makan dilanjutkan oleh pelayan dan saudaranya. Pada saat kematian ibunya (1904) dan kakaknya (1907) ada yang mengatakan Karolina mengangis histeris namun tetap dalam kondisi tertidur. Pelayan yang merawatnya menyatakan bahwa Karolina tidak pernah menyentuh makanan selain susu dan tidak pernah terdengar berbicara.

Pada 3 April 1908 pelayannya menemukan Karolina meloncat dari tempat tidurnya dan menangis. Saat saudara laki-lakinya mendekati, Ia tidak mengenalinya. Tubuhnya terlalu kurus dan lemah. Ia susah bicara namun tetap memiliki kemampuan membaca dan menulis. Ia juga mengingat semua kejadian yang dialaminya sebelum tertidur serta tidak kehilangan keahlian yang dimilikinya sebelum tertidur. Pada usia 46 tahun, fisiknya terlihat seperti wanita 25 tahunan. Kabar ini tersebar luar di benua Eropa dan Amerika Serikat. Untuk menghindari pencari berita, keluarganya menyembunyikannya.

Akhirnya terbongkar ternyata selama tertidur Karolina merasa sedang sakit parah. Ia menolak dibangunkan dan tidak mau makan. Apalagi dengan keberadaan sang ibu dan pelayang yang selalu memberi susu serta merawatnya. Terkadang ia terbangun dengan tetap menutup mata dengan perasaan menderita dan marah. Maka keadaannya selama tertidur tidak bisa dikategorikan sedang berhibernasi.

Karolina menjalani hidupnya setelah terbangun dan meninggal pada tahun 1950.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s